Social Justice
Social Justice.
Ini
adalah sebuah video yang saya miliki setelah saya mengikuti pelatihan “The
Pachamama”. The Pachamama adalaha sebuah organisasi internasional yang bergerak
dalam bidang kerusakan alam serta kemanusiaan. Saya mendapat kan pelatihan ini
di Eco learning Camp, Dago, Bandung, selama kurang lebih tiga hari dan dua
malam.
Pelatihan
yang saya ikuti sekitar satu tahun silam, membuat mata saya terbuka bahwa
keadilan sosial hanyalah sebuah mimpi manis bagi para masyarakat yang sedang
tidur dalam “penjajahan”. Keadilan sosial seolah-olah selalu dijanjikan oleh
pemerintah kepada masyarakat. Dengan hanya janji palsu, masyarakat yang percaya
terhadap pemerintah, sekarang hanya bisa gigit jari menghadapi realita yang
telah terjadi dihadapan mata mereka.
Secara
infografis mengenai jumlah orang kaya dan jumlah orang miskin sungguh sangat
mencengangkan bagi kita. Bagaimana hanya ada dua dari 100 orang yang kaya di
dunia, dan hanya ada 50 orang yang menkmati 1% dari kekayaan dua orang tadi.
Sungguh ironis bagaimana manusia telah dibutakan oleh keegoisan yang ada dalam
diri mereka. Mematikan rasa humanitas terhadap sesama dan lingkungan hanya demi
mendapat keuntungan yang besar.
Pemerintah
adalah satu-satu nya instansi yang sangat banyak masyarakat bergantung padanya.
Namun ternyata sekali lagi realita telah menampar kepercayaan masyarakat
terhadap pemerintah. Pemerintah menjajikan dengan adanya pemanfaatan sumber daya
alam setempat dapat membuat keadilan sosial tercapai. Namun pada akhirnya,
keadaan masyarakat yang tinggal di tempat pemanfaatan sumber daya alam sangat
jauh dari kata adil. Bahkan dalam film tersebut diceritakan bagaimana
masyarakat yang tinggal di area tambang batu bara yang selama ini dimanfaatkan
untuk listrik bagi negara Amerika, malah di tempat itu tidak ada listrik. Air
bersihpun susah didapat. Apakah hal tersebut masih dapat dikatakan adil?
Ataukah keadilan sudah mati sejak lama?
Tidak
perlu jauh-jauh melihat ke Amerika yang jauh di seberang sana. Lihatlah pada
negara kita. Bagi kita yang tinggal di pulau Jawa merasa hampir semuanya
tercukupi, namun bagi saudara kita yang tinggal di papua, semua kebutuhan mahal
dan susah terpenuhi. Padahal secara realita, disanalah lumbung emas Indonesia
berada, namun kemana semua emas itu berada? Kenapa masyarakat Papua tidak semua
bisa menikmatinya? Ya kawan, semua telah raib hilang dibawa oleh investor yang
memanfaatkan sumber daya alam kita, dengan “embel-embel” yang sama. UNTUK
KEADILAN SOSIAL.
Saya
rasa, setelah melihat realita yang ada, saya cukup malu melihat diri kita
masing-masing sebagai ciptaan yang katanya seCITRA dengan Allah. Apakah Allah
serakah seperti kita? Apakah Allah hanya memberi janji palsu? Dan Apakah Allah
berbicara omong kosong? TIDAK. Allah tidaklah seperti kita manusia, manusia
berbeda dengan Allah, sudah lagi tidak layak dikatakan SECITRA denganNya.
Kemanusiaan hanyalah tumbal bagi kesenangan duniawi. Keserakahan adalah
kewajiban utama. Dan janji adalah wacana belaka.
Banyak
orang mengaku beriman, tapi bertingkah seperti setan. Percuma kita mengaku
beriman dan beragama, namun tak ada perbuatan. Bangkit kawan-kawan. Bangkit dan
beraksi, untuk kehidupan yang lebih baik. Karena kita tidak lagi percaya janji,
karena kita butuh bukti.

Wahhh ternyata ada ya komunitas perusak alam, saya kira hanya teroris aja, tapi sebenarnya kenapa ya dia benci alam?
BalasHapusWahhh ternyata ada ya komunitas perusak alam, saya kira hanya teroris aja, tapi sebenarnya kenapa ya dia benci alam?
BalasHapus