Social Justice

01.18 rosario berlian 2 Comments


Social Justice.
                Ini adalah sebuah video yang saya miliki setelah saya mengikuti pelatihan “The Pachamama”. The Pachamama adalaha sebuah organisasi internasional yang bergerak dalam bidang kerusakan alam serta kemanusiaan. Saya mendapat kan pelatihan ini di Eco learning Camp, Dago, Bandung, selama kurang lebih tiga hari dan dua malam.
                Pelatihan yang saya ikuti sekitar satu tahun silam, membuat mata saya terbuka bahwa keadilan sosial hanyalah sebuah mimpi manis bagi para masyarakat yang sedang tidur dalam “penjajahan”. Keadilan sosial seolah-olah selalu dijanjikan oleh pemerintah kepada masyarakat. Dengan hanya janji palsu, masyarakat yang percaya terhadap pemerintah, sekarang hanya bisa gigit jari menghadapi realita yang telah terjadi dihadapan mata mereka.
                Secara infografis mengenai jumlah orang kaya dan jumlah orang miskin sungguh sangat mencengangkan bagi kita. Bagaimana hanya ada dua dari 100 orang yang kaya di dunia, dan hanya ada 50 orang yang menkmati 1% dari kekayaan dua orang tadi. Sungguh ironis bagaimana manusia telah dibutakan oleh keegoisan yang ada dalam diri mereka. Mematikan rasa humanitas terhadap sesama dan lingkungan hanya demi mendapat keuntungan yang besar.
                Pemerintah adalah satu-satu nya instansi yang sangat banyak masyarakat bergantung padanya. Namun ternyata sekali lagi realita telah menampar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Pemerintah menjajikan dengan adanya pemanfaatan sumber daya alam setempat dapat membuat keadilan sosial tercapai. Namun pada akhirnya, keadaan masyarakat yang tinggal di tempat pemanfaatan sumber daya alam sangat jauh dari kata adil. Bahkan dalam film tersebut diceritakan bagaimana masyarakat yang tinggal di area tambang batu bara yang selama ini dimanfaatkan untuk listrik bagi negara Amerika, malah di tempat itu tidak ada listrik. Air bersihpun susah didapat. Apakah hal tersebut masih dapat dikatakan adil? Ataukah keadilan sudah mati sejak lama?
                Tidak perlu jauh-jauh melihat ke Amerika yang jauh di seberang sana. Lihatlah pada negara kita. Bagi kita yang tinggal di pulau Jawa merasa hampir semuanya tercukupi, namun bagi saudara kita yang tinggal di papua, semua kebutuhan mahal dan susah terpenuhi. Padahal secara realita, disanalah lumbung emas Indonesia berada, namun kemana semua emas itu berada? Kenapa masyarakat Papua tidak semua bisa menikmatinya? Ya kawan, semua telah raib hilang dibawa oleh investor yang memanfaatkan sumber daya alam kita, dengan “embel-embel” yang sama. UNTUK KEADILAN SOSIAL.
                Saya rasa, setelah melihat realita yang ada, saya cukup malu melihat diri kita masing-masing sebagai ciptaan yang katanya seCITRA dengan Allah. Apakah Allah serakah seperti kita? Apakah Allah hanya memberi janji palsu? Dan Apakah Allah berbicara omong kosong? TIDAK. Allah tidaklah seperti kita manusia, manusia berbeda dengan Allah, sudah lagi tidak layak dikatakan SECITRA denganNya. Kemanusiaan hanyalah tumbal bagi kesenangan duniawi. Keserakahan adalah kewajiban utama. Dan janji adalah wacana belaka.
                Banyak orang mengaku beriman, tapi bertingkah seperti setan. Percuma kita mengaku beriman dan beragama, namun tak ada perbuatan. Bangkit kawan-kawan. Bangkit dan beraksi, untuk kehidupan yang lebih baik. Karena kita tidak lagi percaya janji, karena kita butuh bukti.

You Might Also Like

2 komentar:

  1. Wahhh ternyata ada ya komunitas perusak alam, saya kira hanya teroris aja, tapi sebenarnya kenapa ya dia benci alam?

    BalasHapus
  2. Wahhh ternyata ada ya komunitas perusak alam, saya kira hanya teroris aja, tapi sebenarnya kenapa ya dia benci alam?

    BalasHapus