Always listening, Always understanding

03.23 rosario berlian 0 Comments

Tuhan tahu, tapi menunggu

Kehidupan yang makin mencekik membuat kita kerap kali bertanya, apakah Tuhan tahu dengan semua ini? Serta apabila Dia tahu, mengapa Dia menunggu?

Hidup di zaman yang serba instant dan mudah. Membuat kita sering kali lupa dengan diri kita sendiri. Kita dinyamankan dengan teknologi yang ada di sekitar kita. Dengan gadget seakan-akan kebutuhan pokok kita telah terpenuhi.

Tak dapat kita pungkiri bahwa kemajuan teknologi sangat cepat dan telah melahirkan gagasan-gagasan baru yang canggih. Namun apakah kemajuan teknologi sekarang ini juga diiringi kemajuan moralitas dan kepercayaan masyarakat? Tentunya dengan banyak bukti, kita dapat mengatakan bahwa kemajuan moralitas dan kepercayaan menjadi berkurang. Hal ini dapat kita lihat sebagaimana pola hidup masyarakat sekarang snagan hedonis. Berteman dan bergaul bukan atas dasar nyaman, melainkan atas dasar harta dan tahta. Bermain bukan lagi bermain dimana saja. Melainkan bermain haruslah di tempat yang terkenal, seperti mall maupun cafe. Nampak jelas bagaimana moral sudah tergeser karena kemajuan zaman. Semua berdasar barang yang fana.

     Hidup di dunia adalah sebuah anugerah yang besar. Yang di berikan pada kita sebagai para pemenang. Kehidupan kita di dunia ini mulai dari kecil sampai kita meninggal nanti semuanya dilandaskan atas kepercayaan. Sebelum kita lahir, kita tidak dapat memilih kita akan lahir dalam keluarga yang seperti apa. Kita hanya pasrah dan percaya kepada sang pencipta untuk menentukannya. Setelah kita lahir di dunia, kita pun belum bisa apa-apa. Sampai akhirnya kita hidup berdasarkan kepercayaan kita terhadap orang tua yang akan merawat kita. Itu adalah sebagian kecil contoh bahwa hiduppun butuh kepercayaan terhadap sesama. Namun sebuah ironi telah terjadi, pernahkah teman anda atau keluarga anda atau bahkan anda sendiri bercakap-cakap mengenai keburukan orang lain? Menurut anda pribadi, mengapa anda melakukan hal tersebut? Ini adalah contoh kecil bagaimana kita tidak saling menghargai kepercayaan tiap individu terhadap individu lain. Kita lebih memilih untuk sesumbar mengenai keburukan orang, berusaha membuat atau bahkan mengikis kepercayaan orang lain. Masih pantaskah kita di sebuh mahkluk ciptaanNya yang paling sempurna?

Apa yang kita lakukan, apa yang kita perbuat merupakan hal yang kecil namun menyakiti satu sama lain. Kita sering kali mentolerir untuk apa yang telah kita lakukan terhadap individu lain. Bahkan kalau bisa untuk tidak mengakui kesalahan kita, kita mungkin akan memilih opsi tersebut. Namun sebuah catatatan kecil bagi kita, bahwa karma itu selalu ada, dan karma akan selalu abadi sampai hari penghakiman nantinya. Setiap apa yang kita lakukan memang terkadang tidak mendapat balasan secara langsung pada waktu itu, kita tidak tahu kapan kita akan mendapat balasan atas apa yang kita perbuat. Memang nampaknya Tuhan seperti berdiam diri saja, Tuhan tidak peduli atas orang yang telah kita sakiti, bahkan kita masih dibiarkan untuk menyakiti lagi dilain waktu. Lantas apa yang Tuhan lakukan selama ini?

     Tuhan tahu kawan, tapi Tuhan selalu menunggu. Menunggu di saat yang tepat. Ingatlah kawan, Tuhan itu adil, jangan bersedih atas apa yang orang lain lakukan terhadap dirimu, karena Tuhan tidak tidur. Untuk orang yang telah menyakiti satu sama lain, ingatlah bahwa selalu ada pertanggung jawaban yang akan ditimpakan atas apa yang kita lakukan. Enjoy your life!

  Lantas, sejarah hidup apa yang akan kita tuliskan untuk hari ini?

You Might Also Like

0 komentar: