Always listening, Always understanding
Tuhan tahu, tapi menunggu
Kehidupan yang makin mencekik membuat kita kerap kali
bertanya, apakah Tuhan tahu dengan semua ini? Serta apabila Dia tahu, mengapa
Dia menunggu?
Hidup di zaman yang serba instant dan mudah. Membuat kita
sering kali lupa dengan diri kita sendiri. Kita dinyamankan dengan teknologi
yang ada di sekitar kita. Dengan gadget seakan-akan kebutuhan pokok kita telah
terpenuhi.
Tak dapat kita pungkiri bahwa kemajuan teknologi sangat
cepat dan telah melahirkan gagasan-gagasan baru yang canggih. Namun apakah
kemajuan teknologi sekarang ini juga diiringi kemajuan moralitas dan
kepercayaan masyarakat? Tentunya dengan banyak bukti, kita dapat mengatakan
bahwa kemajuan moralitas dan kepercayaan menjadi berkurang. Hal ini dapat kita
lihat sebagaimana pola hidup masyarakat sekarang snagan hedonis. Berteman dan
bergaul bukan atas dasar nyaman, melainkan atas dasar harta dan tahta. Bermain
bukan lagi bermain dimana saja. Melainkan bermain haruslah di tempat yang
terkenal, seperti mall maupun cafe. Nampak jelas bagaimana moral sudah tergeser
karena kemajuan zaman. Semua berdasar barang yang fana.
Hidup di dunia adalah sebuah anugerah yang besar. Yang di
berikan pada kita sebagai para pemenang. Kehidupan kita di dunia ini mulai dari
kecil sampai kita meninggal nanti semuanya dilandaskan atas kepercayaan.
Sebelum kita lahir, kita tidak dapat memilih kita akan lahir dalam
keluarga yang seperti apa. Kita hanya pasrah dan percaya kepada sang pencipta
untuk menentukannya. Setelah kita lahir di dunia, kita pun belum bisa apa-apa.
Sampai akhirnya kita hidup berdasarkan kepercayaan kita terhadap orang tua yang
akan merawat kita. Itu adalah sebagian kecil contoh
bahwa hiduppun butuh kepercayaan terhadap sesama. Namun sebuah ironi telah
terjadi, pernahkah teman anda atau keluarga anda atau bahkan anda sendiri
bercakap-cakap mengenai keburukan orang lain? Menurut anda pribadi, mengapa
anda melakukan hal tersebut? Ini adalah contoh kecil bagaimana kita tidak
saling menghargai kepercayaan tiap individu terhadap individu lain. Kita lebih
memilih untuk sesumbar mengenai keburukan orang, berusaha membuat atau bahkan
mengikis kepercayaan orang lain. Masih pantaskah kita di sebuh mahkluk
ciptaanNya yang paling sempurna?
Apa yang kita lakukan, apa yang kita perbuat merupakan
hal yang kecil namun menyakiti satu sama lain. Kita sering kali mentolerir
untuk apa yang telah kita lakukan terhadap individu lain. Bahkan kalau bisa
untuk tidak mengakui kesalahan kita, kita mungkin akan memilih opsi tersebut. Namun
sebuah catatatan kecil bagi kita, bahwa karma itu selalu ada, dan karma akan
selalu abadi sampai hari penghakiman nantinya. Setiap apa yang kita lakukan
memang terkadang tidak mendapat balasan secara langsung pada waktu itu, kita
tidak tahu kapan kita akan mendapat balasan atas apa yang kita perbuat. Memang nampaknya
Tuhan seperti berdiam diri saja, Tuhan tidak peduli atas orang yang telah kita
sakiti, bahkan kita masih dibiarkan untuk menyakiti lagi dilain waktu. Lantas apa
yang Tuhan lakukan selama ini?
Tuhan tahu kawan, tapi Tuhan selalu
menunggu. Menunggu di saat yang tepat. Ingatlah kawan, Tuhan itu adil, jangan
bersedih atas apa yang orang lain lakukan terhadap dirimu, karena Tuhan tidak
tidur. Untuk orang yang telah menyakiti satu sama lain, ingatlah bahwa selalu
ada pertanggung jawaban yang akan ditimpakan atas apa yang kita lakukan. Enjoy
your life!
Lantas, sejarah hidup apa yang akan
kita tuliskan untuk hari ini?


0 komentar: